Wisata kuliner global

Asean Economic Community (AEC) sudah diambang pintu. Kesiapan Indonesia bersaing di pentas perdagangan global siap diuji. Produk dan jasa dari negara-negara  Asean khususnya, dan dunia umumnya akan membanjiri pasar bersaing dengan produk dan jasa lokal. Salah satunya adalah produk kuliner.  Fenomena derasnya invasi kuliner asing  makin memperjelas fakta bahwa Indonesia telah masuk daftar incaran pasar internasional.  Pilihan bagi kuliner lokal adalah bertahan dari serbuan pesaing dan membalas dengan serbuan yang tidak kalah agresifnya, atau terpuruk dan menyerah pada kejamnya persaingan.

Salah satu strategi kuliner lokal untuk survive adalah dengan mereduksi makanan lokal tidak sekedar sebagai pengisi perut tetapi mengemas menjadi atraksi wisata. Negara lain seperti Malaysia, Singapore, Thailand, Jepang, Korea, Australia telah sukses mengusung kuliner lokal sebagai ikon produk wisata andalan. Indonesia belum secara serius mengembangkan kuliner lokal sebagai aset wisata, khususnya  untuk pasar wisatawan  mancanegara  Padahal, Indonesia memiliki kekayaan kuliner Nusantara yang bersumber dari berbagai etnis dan budaya dimana masing-masing menghasilkan ciri khas kuliner tersendiri. Beberapa alahan lokal yang telah  mendunia adalah Rendang, bakso ,lawar dan nasi goreng. Makanan Indonesia lain yang layak diperkenalkan secara internasional antara lain darksoup alias rawon, aneka soto daerah, aneka salad lokal (rujak, gado-gado, keredok, asinan, semanggi, dsb), kue tradisional yang unik dan berbahan local (getuk,  tape, cobro, serabi, dsb). Semua Cuma ada di Indonesia.Dalam dunia yang serba mengglobal sebenarnya potensi unik dan aksotis seperti ini yang membuat Indonesia menarik, tiada duanya.

KULINER SEBAGAI SUMBER DAYA WISATA ALTERNATIF  

Pada awalnya  makanan hanya menjadi salah satu pelengkap kegiatan wisata. namun kemudian berkembang menjadi salah satu bentuk wisata khusus yang disebut dengan istilah wisata makanan atau food tourism. Wisata makanan(food tourism) secara umum dapat didefinisikan sebagai kunjungan ke produsen makanan, festival makanan, restorandan lokasi spesifik untuk mencicipi makanan dan / atau menikmati/mempelajari produksinya. Dengan demikian makanan, produksi makanan dan atribut khusus makanan daerah menjadi  dasar dan faktor pendorong utama dalam perjalanan wisata (Hall dan Mitchell, 2001a: 308).
Kebutuhan akan makanan menjadi faktor utama dalam mempengaruhi perilaku perjalanan dan pengambilan keputusan itu sebagai bentuk perjalanan minat khusus. Wisatamakanan dapat berupa wisatawan biasa atau wisata kuliner, gourmet gastronomi,  sebagai   bentuk rekreasi dari food tourism yang lebih serius (Hall dan Mitchell, 2001; Wagner,2001).

Hall (2002) berpendapat bahwa minuman (misalnya: wine) makanan dan industri pariwisata yang mengandalkan ciri khas regional dapat digunakan untuk mengembangkan pasar dan melakukan promosi. Dengan  sebutan, khusustersebut,   dapat menjadi sumber penting dan nilai tambahdaerah pedesaan. (Hall dan Sharples, 2003:10). Ciri khas regional atau setempat dapat menjadi statement penting dalam melakukan promosi produk wisata dan menjai nilai tambah yang menjual.Ada beberapa bentuk/varian food tourism (Hall dan Sharples, 2003:11):

1. Rural/urban tourism yaitu kegiatan berkunjung di restoran/tempat makan saat berwisata, festival makanan lokal karena berbeda, sebagai wujud adanya kebutuhan makan minum selama berwisata. Ketertarikan terhadap makanan lokal tergolong rendah, karena tujuan utamanya bukan untuk menikmati makanan lokal melainkan berwisata.
2. Culinary tourism yaitu mengunjungi pasar  tradisional, restoran lokal, festival makanan saat datang ke destinasi wisata,  Ketertarikan terhadap makanan lokal tergolong sedang karana menikmati menu lokal merupakan bagian dari aktivitas gaya hidup mereka. Varian food tourism ini yang kemudian dikenal dengan istilah wisata kuliner.
3. Gastronomi tourism/cuisine tourism/gourmet tourismyaitu bepergian ke destinasi khusus untuk menikmati makanan lokal, festival makanan, atau mempelajari makanan lokal secara serius. Menikmati/mempelajari makanan lokal sebagai tujuan/daya tarik utama kegiatan perjalanan, dan memiliki ketertarikan tinggi terhadap makanan lokal.

 

Istilah wisata kuliner dikembangkan oleh Lucy Long (2004: 20-21) yang mendefinisikan wisata kuliner sebagai kegitan yang dilakukan secara sengaja untuk mengalami, menjelajah, dan berpartisipasi dalam foodways (cara makan) orang lain tidak terbatas hanya untuk konsumsi, namun juga terlibat dalam persiapan, dan penyajian makanan. Long ( 2004) menekankan bahwa menikmati makanan  orang lain adalah cara yang benar-benar total untuk mengalami dan menerima budaya yang berbeda tanpa perasaan enggan.Pengembangan budaya lokal termasuk makanan lokal memiliki nilai strategis selain menciptakan atraksi wisata alternative   juga menjadi instrument untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Dengan mengembangkan  atraksi wisata potensial yang bersumber dari makanan tradisional sekaligus merupakan upaya untuk melestarikan makanan tradisional agar tidak hilang di telan perubahan jaman. 

Tidak semua makanan lokal dapat dikembangkan sebagai atraksi wisata. Hobsbawn dan Ranger (1983 ) berpendapat bahwa masakan yang sangat dikenal rasa dan kualitasnya saja yang dapat dikembangkan menjadi produk wisata. Sebagai contoh, masakan Italia dan anggur telah meningkatkan industri pariwisata Italia ( Hjalager dan Corigliano, 2000).Kegiatan kuliner atau gastronomis destinasi juga dikategorikan sebagai bagian dari pariwisata budaya. Richards (1996) menyatakan bahwa pariwisata budaya mungkin termasuk mengalami atraksi budaya serta mencicipi makanan lokal. Kim (1998) mengungkapkan bahwa determinan budaya merupakan aspek penting dari permintaan pariwisata di seluruh dunia. wisatawan budaya umumnya tertarik pada produk dan budaya destinasi tertentu serta mengalami dan belajar tentang budaya ( Richards , 1996). Dengan demikian atraksi wisata kuliner lokal merupakan cerminan budaya setempat. Destinasi dapat menggunakan makanan untukmewakili “pengalaman budaya , status, identitas budaya , dan berkomunikasi” (Frochot, 2003: 82). Pengembangan budaya lokal termasuk makanan lokal memiliki nilai strategis selain menciptakan atraksi wisata alternative   juga menjadi instrument untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

 

KETERKAITAN KULINER DAN PARIWISATA

Menurut Hall dan Sharples  (2003:1) makanan adalah elemen penting dalam pengalaman wisata. Di San Fransisco belanja wisata untuk  makanan dan minum mencapai  28 % dari seluruh total belanja wisata, dan di New Mexico mencapai 25,5 %.  Prosentase tersebut menunjukkan pentingnya peran belanja makanan dan minuman dalam kegiatan wisata. Di Bali belanja wisata untuk  makan dan minum  mencapai 12% (Fandeli, 2002).  

Makanan dan minuman merupakan produk yang memiliki nilai penting dalam industri pariwisata. Bisnis makanan saat inin telah  memberi kontribusi sekitar 19,33 % dari total penghasilan industri pariwisata khususnya yang berasal dari wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia. Beberapa penelitian menunjukkan data bahwa wisatawan menghabiskan hampir 40% dari anggaran mereka untuk makanan ketika bepergian ( Boyne , Williams , & Hall , 2002) Pada tahun 2004 Restaurant & Foodservice Market Research Handbook menyatakan bahwa 50 % dari pendapatan restoran dihasilkan oleh wisatawan (Graziani, 2003). Hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan simbiosis antara makanan dan industri pariwisata. Bahkan hubungan antara makanandan tujuan wisata yang  spesifik seperti wisata makanan, wisata kuliner dan wisata gastronomi mulai menjadi subjek penelitian yang menarik ( Lin et al, 2011:32). Makanan sebagai kebutuhan dasar di perjalanan dan prasyarat pentinguntuk kegiatan wisata lainnya, sangat terkait dengankesejahteraan dan kepuasan wisatawan. Wisatawan tidakdapat menghindari makan ( dan minum ), bahkan jika makanan yang tersedia tidak dikenal, enak, bahkan menjijikkan atau menakutkan sekalipun (Cohen, 2004: 758).

Pentingnya hubungan antara makanan dan pariwisata ditegaskan John Selwood (1993) dengan statement:  Food  is one of the most important attractions sought out by tourists in their craving for  new and unforgettable experiences. Makanan punya kekuatan besar untuk  untuk menjadi attraksi wisata yang dapat ditawarkan kepada wisatawan mancanegara maupun nusantara. Makanan bisa menjadi petualangan baru yang diidamkan, berkesan dan tak terlupakan bagi wisatawan mancanegara yang baru merasakan sensasi makan tradisional.Sedangkan bagi wisatawan nusantara makanan tradisional daerah sendiri atau daerah lain menjadi sumber sensasi tersendiri dan memperkaya pengalaman lidah. Hu dan Ritchie ( 1993) menekankan bahwa makanan adalah faktor keempat atau alasan untuk mengunjungi suatu destinasi wisata setelah cuaca, akomodasi, dan pemandangan.

Setiap destinasi memiliki tingkat daya tarik yang berbeda yang dapat menarik wisatawan dari berbagai negara Keotentikan dan kemenarikan makanan dapat menarik pengunjung untuk datang ke destinasi (Au dan Law, 2002).  Getz dan Brown ( 2006) bahwa wisata kuliner dapat dikaitkan dengan minat wisatawan pada makanan dari destinasi. Di sisi lain , destinasi akan menggunakan makanan sebagai daya tarik utama dan akan mengembangkan strategi pemasaran yang akan fokus pada makanan.

Menurut Riley (2000) , asosiasi masakan nasional dan pariwisata menegaskan peran penting masakan dalam sosial budaya dan menciptakan identitas nasional. Dengan demikian,destinasi dapat menggunakan masakan sebagai strategi pemasaran .Menurut Jones dan Jenkins ( 2002) makanan tidak hanya kebutuhan dasar bagi turis, tetapi juga elemen budaya yang positif dapat menyajikan destinasi mengingat bahwa makanan dapat digunakan untuk memproyeksikan identitas dan budaya destinasi, konsumsi pangan dapat digunakan dalam pengembangan image destinasi (Quan & Wang, 2004). Selain itu, konsumsi pangan juga berkontribusi terhadap perekonomian di destinasi, dan menyediakan wisatawan dengan pengalaman lokal.

 

 

 

KENDALA DAN SOLUSI

Indonesia memiliki 34 propinsi yang masing-masingmenyimpan potensi makanan tradional yang berlimpah  baik jenis bentuk, jenis maupun rasa. Namun potensi yang ada belum maksimal dikembangkan sebagai atraksi wisata sehingga masyarakat belum mendapatkan manfaat yang maksimal dengan keberadaan makanan tradisional. Secara umum  kelemahan pengembangan pariwisata nasional adalah kecenderungan pemerintah untuk mengekor model pembangunan pariwisata di negara lain kurang menemukan ‘greget’ pada sumber daya pariwisata yang ada sehingga kurang mampu menciptakan model pembangunan pariwisata yang otentik, menarik, dan bersumber pada kekayaan lokal. Kendala lain dari pengembangan wisata kuliner adalah belum ditemukan daya tarik berupa otentisitas dan foodway serta dukungan aspek budaya dalam makanan tradisional  yang dapat dikembangkan sebagai daya tarik wisata. Untuk itu dipelukan riset-riset berkaitan dengan upaya mengeksplorasi kekayaan budaya khususnya makanan lokal (tata boga). 

Untuk mengangkat kuliner lokal sebagai atraksi wisata diperlukan strategi yang komprehensif. Pertama, mengidentifikasi jenis-jenis makanan lokal yang memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai ikon dan daya tarik wisatawan. Perlu disusun database tentang aneke jenis menu tradisional (kue, minuman, makanan,dsb) yang akan menambah daftar panjang potensi menu local yang menjadi asset nasional dan siap mengglobal, Kedua, memetakan situasi dan kondisi yang melingkupi perkembangan menu lokal di daerah seperti popularitas jenis makanan di wilayah setempat, penyediaan makanan di restoran/depot/warung, teknologi memasak setempat, dan cara menu ditampilkan/dipresentasikan, Denga memetakan situasi dan kondisi dapat dilakukan langkah pembenahan atau meningkatan kulitas makanan lokal agar memiliki standar (bahan, pengolaahan dan penyajian). Ketiga, perlu merancang bentuk kegiatan food tourism  (meliputi atraksi, event) yang diintegrasikan dengan   daya tarik wisata setempat. Keempat, perlu merencanakan branding yang tepat  untuk mengangkat pamor makanana lokal sebagai sumber daya wisata global.

 

Usaha go internasional

Ada pertanyaaan,apa yang anda lakukan jika berkesempatan membuat usaha sendiri? Jawaban nya adalah simple buatlah usaha yang jarang pernah dilihat .yang dari segi pesaingnya sedikit ,untuk melakukan hal tersebut anda perlu melihat market yang sedang meledak di dunia setelah itu baru bisa menentukan usaha apa yang akan anda buat.saya diberikan kesempatam tersebut maka saya alan membuat toko pancake yang spesialis nya hanya di dessert tersebut dan terfokus hanya pada satu titik. Toko yang seperti itu memounya peluang untuk mendunia katena memiliki keunikan tersendiri .toko yang mempunyai keunikan sendiri memiliki kesempatan untuk diminati karena membuat orang penasaran akan rasanya lalu buat lah rasa rasa yang belum pernah dirasakan customer . Karena pada era ini anda harus pintar pintar untuk memikat customer sehingga menjadi customer tetap. Promosi tetap yg paling penting jika tidak ada promosi anda tidak akan berkembang lalu selalu membangun relasi dengan orang orang agar bisa tokonya dipromote dengan orang orang. Dengan bantuan teman -teman pun bisnis anda bisa selalu hidup karena dibantu dari promosi. Strategi strategi yang seperti itu yang bisa di nilai ampuh untuk go internasional disamping itu attitude kepada customer juga harus dijaga .jika perilaku tidak bisa menjaga bagaimana anda untuk menggaet customer. Harus selalu rendah hati atau low key.strategi juga ampuh untuk menahan ego kita pada saat sukses . Ego sombong itu bisa membuat kalian jatuh ke jurang sendiri.tidak boleh rakus akan keuangan karena uang itu akan sewaktu waktu pergi.memang banyak strategi jika dilihat akan tetapi jika tidak di barengin dengan doa apa yg anda minta tidak akan terkabulkan.harus punya percaya diri jika tidak malahan bisa di jadiin sapi perah dan miskin juga

Digital marketing 4.0

Pada era industri 4.0 Teknologi informasi dan komunikasi (TIK) merupakan sarana yang membantu dalam kehidupan dalam berbagai bidang termasuk dalam dunia pariwisata. Di zaman sekarang menjadi suatu kebutuhan mendasar dalam sebuah orginasasi, perusahaan, instansi pemerintah dan instansi pendidikan. Peranan TIK dalam dunia pariwisata sebagai sarana dan prasarana dalam mempromosikan pariwisata yang sering kita dengar secara elektronik dengan nama digital marketing.

Hubungan era industry 4.0 dengan digital marketing sangat berhubungan dengan prinsip yang terintegrasi satu sama lain. Revolusi industry 4.0 diantaranya (Hasmaidi.com, 2018) :

Revolusi Industri 1, pertama kali terjadi pasca ditemukan mesin uap, sehingga

terjadinya perkembangan dan pertumbuhan yang besar dalam mesin-mesin industri di Inggris pada Tahun 1764. revolusi ini berdampak pada sector pertanian dan manufactur / industri terutama industri tekstil dan turunya

Revolusi Industri ke 2 adalah diawal abad ke 19, dimana terjadinya perbaikan pada sisi proses, dimana proses dalam skala besar (mass production) dikenal juga berkat inovasi dari ford. penemuan pada masa ini lebih kearah listrik dan transportasi, kombinasi cara produksi dan perkembangannya ini berpengaruh pada teknologi terutama untuk industri besi, mesin-mesin, minyak, kimia, kendaraan dan lain-lain

Revolusi Industri Ke 3, dikenal masa otomasi, pasca perang dunia, ditandai dengan penggunaan teknologi tinggi otomatis, menggunakan elektronik dan teknologi informasi. inilah yang berlangsung sampai hari ini. dimana mesin dan peningkatan kapasitas produksi dan software menjadi pendukung utama pada proses manufactur.

Revolusi Industri ke 4 yang saat ini dihadapai menjelaskan bahwa mesin dan kapasitas produksi saja, tidak cukup membuat pertumbuhan bagi suatu negara.Seiring dengan hal itu perkembangan teknologi informasi saat ini, software dan hardware serta pesatnya perkembangan penggunaan internet, maka oleh forum ekonomi duniaWorld Economic Forum) menamakan gelombang perubahan saat ini, dengan gelombang perubahan yang melibatkan sejumlah gabungan teknologi perangkat dan software yang menyatukan hal fisik dan digital, yang memiliki dampak luas, jauh lebih besar dibadingkan revolusi industri sebelumnya, industri , teknologi ini diyakini akan mampu meningkatkan produktivitas hingga 30%. Revolusi industri 4.0 ini tidak hanya merupakan pengembangan dari teknologi sebelumnya, namun bakal mampu mematikan bisnis konvesional, akibat dunia sudah tersambung dengan dunia internet dan teknologi informasi seperti transportasi online mampu mematikan industri salah satunya jasa transportasi yang ada saat ini. Revolusi industri 4.0 ini akan memberikan efek meperdekat jarak antara produsen dan taget marketnya. yang menjadi penggerak terbesar dari transformasi digital adalah teknologi informasi. TIK yang sudah dimanfaatkan dalam semua bidang. tik mampu mengantarkan produsen dengan cepat kepada target market, dan memudahkannya untuk mendapatkan pebiayaan, dan dapat bertumbuh dengan cepat dengan pengembangkan jangkauan produk tanpa batas dengan dukungan kecepatan teknologi yang diakses. Namun bagaimanapun manusia adalah komponen terpenting “Man Behind The Gun” jadi pengembangan sumber daya manusia sangat penting. pada zamannya saat ini , sumber daya manusia yang terlibat langsung saat ini adalah generasi X yang lahir Tahun 1965-1980, Gen Y (Generasi Millenial) yang lahir antara 1981-1994 dan generasi Z lahir 1995-2010 yang memang merupakan pelopor revolusi industri 4.0. Industri 4.0 adalah nama tren otomatis dan pertukaran data terkini dalam teknologi Industri 4.0 di bidang pariwisata menekankan pada Tourism and The Digital Transformation atau Pariwisata dan Transformasi Digital. Pada jurnal ini akan membahas mengenai pemanfaatkan digital marketing bidang pariwisata di Bali yang

dilatar belakangi oleh industri 4.0 dan perilaku generasi Y dan Z.

Era Gen Y

Banyak yang berubah di dunia ini yang berawal dari fasilitas yang biasa saja sekarang sudah menjadi luarbiasa. Hasil tersebut diakibatkan dari zaman era globalisasi.dan salah satu nya adalah gen Y atau yang biasa kita sebut dengan gen milenial.Milenial biasanya berasal dari kalangan anak muda yang memiliki tahun kelahiran 1981 hingga 1994.para peneliti mengidentifikasi bahwa generasi y merupakan era yang menggunakan teknologi komunikasi yang instan sebagai contoh: email,line,facebook,Instagram,game online dan yang lain lain . generasi ini mulai menonjol saat tahun 1993 di salah satu editorial koran besar amerika.akan tetapi dibalik sejarah yang panjang ini tersimpan efek positif dan negative khususnya untuk gen Y.kita awali saja dari dari efek positif nya ,banyak sekali yang bisa ditonjolkan dari segi topik ini,sebgai contok banyak kaum kaum muda yang beralih bisnis setelah kuliah agar tidak merepotkan orang tuanya. Dari bisnisnya pun beragam ada yang bisnis kopi,decorator kue,maupun florist disinilah efek digital nya keluar dari segi promosi mereka bisa memasarkan nya dengan media social,yang sekarang kita bisa lihat social media itu sangat mendunia sudah tidak zamannya lagi mengiklan kan usaha di tv karena mereka anggap itu bisa membuang cost yang banyak daripada melakukan hal tersebut lebih baik memasarkan kan melalui social media disamping itu praktis dan tidak perlu repot untu mengisi form yang berbelit berbelit.hanya dengan bermodal eksis pun bisa menghasilkan uang dengan cara mereka memposting foto apapun yang bisa menarik view dan likes saja sudh cukup khususnya bagi yang suka memakai Instagram itu bisa dijadikan penghasil uang yang menjajikan.akan banyak yg memberi tawaran endorse.endorse juga bagian dari kata promosi akan tetapi bukan barang milik kita melainkan milik produsen.tujuannya agar menarik konsumen dan membeli barang tersebut.banyak sekali efek yang dihasilkan dari dunia digital,mari kita berlanjut ke bagian efek negatifnya.efek negatifnya sudah pasti kecanduan untuk bermain social media lama kelamaan bisa membuat kita untuk tidak peduli akar kondisi sekitar,membuat kita menjadi temperamental khsunyauntuk para gamer dan bersiap galak kepada orang lain dan yang paling parahnya membuat mereka betah dirumah sampai tidak menghabiskan waktunya bersama teman temannya diluar , membuat jadi jidwa social nya berkurang.selanjutkan akan selalu sendiri tidak mempunyai teman asli hanya teman di media maya yang tidak tau bentukan aslinya seperti apa maka dari sana pun digital berperan tugasnya dengan terjadinya penipuan dan banyak lagi kasus criminal yang lainnya .oleh karena itu sebagai orang tua adalah untuk menekan anaknya untuk membatasi diri disamping itu juga harus ada kesadaran diri sendiri.jika dalam diri sendiri saja tidak mau berubah mka akan selanjunya begitu walaupun sudah diberitau berkalikali .dunia digital memang indah akan tetapi digital itu bemuka dua,yang akan selalu mengikuti anda kemana pun anda pergi karena digital ini sudah melekat dimana mana.habiskan lah waktumu dengan teman teman ,khususnya orang tua kapan lagi anda bisa menemani orang tua,temanin orang tua anda selagi ada karena tidak ada lagi kesempatan kedua untuk merawat orang tua setelah mereka tiada.gunakan lah digital seperlunya apa lagi bisa membuat negara yang indah ini maju ,cukup sudah digital digunakan untuk menoton hal yang tidak penting mari buat perubahan dengan mengeluarkan inovasi inovasi yang lebih luarbiasa lagi dan diakui seluruh dunia ,manfaat kan era ini untuk berkembang dan maju,selalu ingat waktu adalah uang,jika terleambat maka kejarlah tidak ada kata lambat untuk mengejar perubahan di dunia digital.tunjukan apa yang gen millennial bisa buat bukan menjatuhkannya.selalu punya percaya diri .sukses itu bukan era yang menentukan akan tetapi diri kita sendiri baik dari gen milenial atau yang lain.semua orang punya hak untuk berkembang dan sukses dengan cara sendiri.semoga bisa  membantu memberikan pengetahuan bagi mereka yang tidak tahu era digital . akhir kata jika ada yang tersinggung karena artikel ini saya minta maaf karena kalimat ini dibuat sesuai apa fakta dan fenomena yang saya lihat di bumi ini khususnya Indonesia.Terimakasih

Introduce Yourself (Example Post)

This is an example post, originally published as part of Blogging University. Enroll in one of our ten programs, and start your blog right.

You’re going to publish a post today. Don’t worry about how your blog looks. Don’t worry if you haven’t given it a name yet, or you’re feeling overwhelmed. Just click the “New Post” button, and tell us why you’re here.

Why do this?

  • Because it gives new readers context. What are you about? Why should they read your blog?
  • Because it will help you focus you own ideas about your blog and what you’d like to do with it.

The post can be short or long, a personal intro to your life or a bloggy mission statement, a manifesto for the future or a simple outline of your the types of things you hope to publish.

To help you get started, here are a few questions:

  • Why are you blogging publicly, rather than keeping a personal journal?
  • What topics do you think you’ll write about?
  • Who would you love to connect with via your blog?
  • If you blog successfully throughout the next year, what would you hope to have accomplished?

You’re not locked into any of this; one of the wonderful things about blogs is how they constantly evolve as we learn, grow, and interact with one another — but it’s good to know where and why you started, and articulating your goals may just give you a few other post ideas.

Can’t think how to get started? Just write the first thing that pops into your head. Anne Lamott, author of a book on writing we love, says that you need to give yourself permission to write a “crappy first draft”. Anne makes a great point — just start writing, and worry about editing it later.

When you’re ready to publish, give your post three to five tags that describe your blog’s focus — writing, photography, fiction, parenting, food, cars, movies, sports, whatever. These tags will help others who care about your topics find you in the Reader. Make sure one of the tags is “zerotohero,” so other new bloggers can find you, too.

Design a site like this with WordPress.com
Get started